Minggu, 23 September 2018

Dia Murni

Kawan ku slalu berpesan untuk slalu berpikiran positif terhadap hidup. Sebelum dia mengatakan itu aku juga sudah tau, tapi dia terus mengingat kan akan hal itu.

Yang aku heran, ntah bagaimana dia menjalani harinya, tanpa kekhawatiran keluarga untuk nya, seolah dia tak diperdulikan 'pikirku. Dia juga tak pernah mengeluh, slalu punya keinginan yang kuat terhadap yang ingin dia capai. Dia tak ambil pikir dengan apa yang orang bilang, cuma didengar langsung dilupakan. Dia selalu memberiku motivasi walaupun tak seindah Mario Teguh, kata² nya membuat aku berpikir dan bertindak.

Aku tau, ada yang dapat aku ambil, ada juga yang harus dibuang jauh. Entahlah... apa mungkin dia merangkai cerita ku bak dongeng? Seolah-olah akan ada peri dengan tongkatnya yang menjaga ku. Tapi dia tetap the best ... Aku salut, tak salah jika namanya Murni. Makanya kita disuruh memberikan nama yang baik baik. Pada tulisan ini juga, aku sangat ingin mengucapkan terimakasih, karena dia juga aku bisa melewati betapa horornya masa-masa skripsi. Terimakasih banyak² kawan :)

Jumat, 14 September 2018

Untuk sendiri

Harus sadar bahwa kita bukanlah cctv, memantau setiap status baru trus di simpan di pikiran. Kita tidak bisa mengubah orang lain, kita tidak bisa mengontrol orang lain, tp ubah lah keadaan, jangan larut dgn suasana yg memperburuk keadaan mu. Berusahalah menjadi orang yg terus bahagia dalam keadaan apapun.. smoga Allah lepaskan kita dari kesulitan

Sabtu, 14 Oktober 2017

Sore hari

*Kenapa aku tidak jadi perhatian orang lain? "Berhentilah untuk mencari perhatian orang lain, itu tak akan terjadi jika kau tidak memiliki kelebihan apapun. Kau hidup bukan untuk orang lain melainkan untuk dirimu sendiri.

Jika kau mempunyai kemewahan hasil jerih payah mu, orang lain pun bisa kau beli dengan hartamu, kau akan menjadi magnet untuk orang-orang​ yang kau kenal bahkan yang tidak kau kenal, kau akan bertemu dengan orang-orang penjilat, yang tak pernah menampakkan wajah saat kau susah.

Saat kau susah, mereka akan cuek apa yang terjadi padamu, berita acara yang kau kirimkan akan berakhir pada tong sampah yang dikerubungi lalat busuk dan mereka tidak akan bertoleh lagi kesana.

*Ilmu pengetahuan yang kau miliki akan dapat bekerja untuk membuat seseorang bersikap hormat kepadamu. Kau terus ngoceh dan memberikan lelucon yang tak begitu lucu, menurutku kau akan berakhir untuk orang-orang yang terlalu serius dalam menjalani hidup 💃💃

Rabu, 06 September 2017

Aku ingin

Aku selalu merasa minder ditengah keluarga ku sendiri, merasa tak punya sesuatu yang menakjubkan tapi sebaliknya memprihatinkan.

Aku tau pikiran alam bawah sadar itu benar adanya, tapi terkadang aku lengah untuk mempraktekkan.

Aku tak cukup punya keberanian untuk melihat perubahan, ketika aku yakin untuk maju, tiba2 mundur ditengah jalan.

Aku ingin teriak apa yang diriku ingin kan, kadang aku merasa kacau, ingin menyendiri ditempat sepi, atau pergi ke cafe dengan memesan secangkir cofee, susu coklat, dan makan sendiri. Tapi belum terlaksana, aku cukup sibuk dengan aktivitas ku.

Aku pernah berjalan sendiri ditengah keramaian, aku merasa bebas, aku tak memikirkan yang lain, dikepalaku hanya ada isi dari supermarket yang kusinggahi. Aku juga ingin lari, lari dan terus berlari dengan suasana pagi, tapi aku belum punya sepatu untuk menemani lari pagi ku. Hmm...

Aku dan kebodohan

Dalam satu keluarga
Ada beberapa yg diandalkan
Dan akan membentuk suatu geng satu sama lain
Terlihat lebih akrab dengan yg memiliki 'kewarasan'.
Memuji terus-terusan yang memiliki 'kewarasan'.

Setiap hari berganti,
Pujian itu seperti angin yang tak pernah berhenti berhembus

Aku termangu dalam diam,
Merenungi nasib dan kebodohan
Aku tau serba kekurangan
Tak memiliki bakat cukup untuk dipamerkan
Aku sadar itu sejak duduk di bangku kelas 3SMA

Aku berpikir.. aku hanyalah beban
Ku tawarkan pada yang punya "kekuatan"
Bahwa aku tak ingin ke universitas duluan
Biarlah dia yang bisa diandalkan
Tapi ... penawaran ku ditolak dengan berbagai alasan
Dan aku mengiyakan.